Kenapa kita bila hendak beribadah terasa sangat berat untuk melakukannya





BISMILLAH
“Bila shalat terasa berat bagimu, maka ketahuilah bahwa di dalam hatimu ada kemunafikan. Karena merasa malas untuk menunaikan sholat merupakan sikap orang-orang munafik yang Allah kabarkan dalam firman-Nya:
“…Dan apabila mereka berdiri untuk salat mereka berdiri dengan malas… “(QS. An Nisa ‘: 142)
Namun bila engkau merasa bahwa sholat begitu ringan, hatimupun gembira karenanya maka itu merupakan tanda bahwa imanmu kokoh”
(Ibnu Utsaimin dalam syarah Shohih Muslim)
Kenapa ibadah terasa berat?
Bila Allah memerintahkan kita untuk makan dan minum, mengapa kita melakukan dengan senang hati?
Bila Allah memerintahkan untuk berkahwin, mengapa kita bersegera menyambutnya?
Bia Allah memerintahkan untuk mencari harta dunia, mengapa kita kerjakan dengan bersemangat ?
kerana kita menganggap bahawa itu adalah suatu keperluan..
Ketika Allah memerintahkan kita untuk solat, mengapa kita menunda-nunda?
Ketika Allah memerintahkan kita untuk berpuasa, mengapa enggan rasanya?
Ketika Allah memerintahkan kita untuk membayar zakat, mengapa hati terasa berat?
Ketika Allah memerintahkan kita untuk berjihad, mengapa kita merasa malas?
Kerana kita menganggap bahawa itu adalah suatu kewajipan..
Mengapa kita membeza-bezakan?

Bukankah semua itu sama-sama perintah Allah?
Atau kerana kita hanya menuruti hawa nafsu kita?
“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.” QS.Al Jatsiyah:18
“Apakah engkau tidak perhatikan orang yang telah menjadikan hawa nafsu sebagai tuhannya. Apakah engkau akan dapat menjadi pelindungnya. Atau apakah engkau mengira bahawa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu hanyalah seperti binatang ternak bahkan lebih sesat lagi.” Qs. Al Furqan: 43-44)
Andai kita dapat menjadikan ibadah menjadi suatu keperluaan tentu semua akan terasa ringan. Akan hadir kerinduan untuk selalu melakukan kebaikan. Rindu untuk mengerjakannya solat, puasa, zakat, dakwah, jihad dan yang lainnya dengan sepenuh cinta.
Sudahkan kita menjadikan ibadah menjadi keperluan, bukan hanya sebagai kewajipan..
Catatan:
Sejenak mari kita bertanya pada diri masing-masing, bagaimanakah kedudukan sholat di hati kita..?
Apakah kita termasuk orang yang semangat dalam melaksanakan sholat ataukah sebaliknya.? Jawaban terhadap dua pertanyaan diatas akan menjadi penentu apakah kita termasuk orang yang beriman ataukah orang yang munafik.?
Sebagai seorang muslim sudah seharusnya kita memberi perhatian yang lebih terhadap sholat, yang merupakan tiang agama dan sekaligus sebagai penentu baik buruknya amalan kita. Menjaga sholat berarti menjaga agama.
Dalam risalah Ta’dzim As-Shalah (hal:6) Prof. Dr. Abdurrazzak bin Abdul Muhsin Al-Abbad mengatakan:
“Agama seorang muslim tidak akan kokoh, amalannya tidak akan baik dan seluruh urusannya baik dunia maupun akhirat akan berantakan sampai ia menegakkan sholat sebagaimana yang diperintahkan. Yaitu dengan keimanan yang kokoh, penghambaan yang tulus serta mengikuti petunjuk nabi shallallahu alaihi wa sallam”
Wallahu a’lam






0 Response to "Kenapa kita bila hendak beribadah terasa sangat berat untuk melakukannya"

Post a Comment